7 Fakta Tentang Freeport

Posted on

Membicarakan tentang tambang emas terbesar di dunia, yaitu di tanah air kita yang tepatnya di Kabupaten Timika Papua memang seolah tak ada habisnya. Apalagi sejak kontroversi kasus Papa Minta Saham yang melibatkan Ketua DPR RI Setya Novanto baru-baru ini menjelang berakhirnya kontrak tambang tersebut yang pengelolanya diserahkan kepada PT Freeport Indonesia yang terafiliasi dengan Freeport-Mcmoran. Tambang emas yang juga menghasilkan perak dan tembaga tersebut ternyata memiliki fakta-fakta yang mungkin belum banyak diketahui. Berikut ini adalah ulasannya bagi Anda.

Freeport, tentang Freeport

Beberapa fakta Freeport

Berikut ini adalah 7 fakta tentang Freeport yang layak untuk Anda ketahui sehingga bisa menambah wawasan Anda tentang perusahaan ini:

1. Didirikan di tahun 1967

Perusahaan Freeport mulai beroperasi sejak tahun 1967 dengan menginvestasikan lebih dari 140 triliun rupiah untuk membangun infrastruktur di daerah tersebut seperti jalan, pembangkit listrik, tambang bawah tanah, pabrik pengolahan, pelabuhan, airport, hingga kota mandiri. Pada tahun 2001 eksplorasi sumber emas dan tembaga mencapai puncaknya dengan kapasitas produksi yang mencapai 238 ribu ton per hari.

2. Jumlah pekerja dan luas area

Perusahaan Freeport Mcmoran memiliki sejumlah tambang lain selain di Timika. Untuk tambang di Timika tersebut dinamakan tambah Grasberg yang memiliki hingga 12 ribu pekerja. Sementara luas area tammbang mencapai 10 ribu hektar dengan wilayah penunjang seluas 202 ribu hektar.

3. Merupakan tambang emas terbesar di dunia

Tentang Freeport berikutnya yang perlu Anda ketahui adalah merupakan tambang emas terbesar di dunia dan tambang tembaga ketiga terbesar di dunia. Inilah sebabnya perusahaan afiliasi berusaha keras untuk memperpanjang kontrak dengan pemerintah Indonesia. Selain memproduksi emas, tembaga, dan perak, perusahaan juga menghasilkan molybdenum serta rhenium yaitu hasil sampingan dari pemrosesan bijih tembaga.

4. Tak diolah di dalam negeri

Yang membuat pemasukan dalam negeri tak mencapai angka maksimal adalah hasil tambang emas di Timika tersebut tak diolah di dalam negeri. Selama puluhan tahun ini hasil tambang tersebut hanya diekspor dalam bentuk konsentrat untuk kemudian diolah lebih lanjut di Amerika. Tetapi di tahun 2009 pemerintah menerbitkan Undang-Undang tentang pelarangan ekspor mineral mentah melalui UU No 4/2009.

5. Indonesia hanya memiliki 9.36% saham

Fakta tentang Freeport berikutnya adalah kepemilikian saham bagi negara kita yang hanya mencapai 9.36% walaupun tambang tersebut berada di Indonesia. Hal ini sungguh ironis sementara Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. memiliki saham mayoritas sebesar 81,28 persen saham.

6. Kontrak Karya habis tahun 2021 Menjelang berakhirnya masa kontrak perusahaan berusaha keras untuk memperpanjang kontrak dengan pemerintah Indonesia. Jika pemerintah mengabulkan hal ini maka kontrak karya akan diperpanjang hingga tahun 2041. 7. Investasi jangka panjang

Perusahaan Freeport Amerika ingin terus memperpanjang kontrak untuk menguasai cadangan emas yang menggiurkan tersebut. Hingga saat ini perusahaan telah menanamkan investasi sebesar 17.3 miliar Dollar untuk mengembangkan tambang bawah tanah serta pembangunan smelter (pengolahan hasil tambang menjadi bentuk jadi).

Demikianlah beberapa fakta menarik dari Freeport. Semoga bisa menjadi informasi yang berharga bagi Anda.

(Visited 1,534 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.