Apa Sih Itu Haters?

Posted on

Apa itu Haters – Bagi Anda yang kerap menonton infotainment di televisi pasti sudah sangat familiar dengan istilah haters. Kata tersebut memang baru populer beberapa tahun belakangan ini terutama setelah sosial media menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Kata haters atau hater dalam bentuk tunggal dapat didefinisikan secara harfiah sebagai orang atau sekelompok orang yang membenci sosok tertentu seperti selebriti, pejabat, tokoh masyarakat, tokoh agama atau yang lainnya.

haters, asal kata haters

Asal kata haters adalah dari kata sifat bahasa Inggris “hate” yang artinya membenci. Jadi dapat kita simpulkan bahwa haters artinya adalah pembenci atau sekelompok orang yang benci pada seseorang yang biasanya populer dan menjadi public figure. Sayangnya para pembenci ini tak memendam rasa tidak sukanya demikian saja tetapi mengekspresikannya pada berbagai media, terutama media sosial. Ekspresi kebencian tersebut bisa dalam bentuk kritik, cacian, hingga serangan secara fisik. Hal ini dilakukan agar target kebencian tersebut frustasi, stres, dan hancur.

Yang lebih buruk para haters tersebut kemudian juga mempengaruhi orang lain agar turut membenci target yang sama dengan mereka. Sesungguhnya tak hanya artis atau selebritis saja yang mempunyai haters karena pada lingkungan yang lebih terbatas seperti rumah, sekolah, atau kantor sekalipun bisa saja ada orang yang “diserang” secara berkelompok dengan cara demikian atau bahasa yang lazim digunakan adalah di-bully. Seorang ahli bahkan membuat tingkatan untuk haters dalam menghancurkan obyek kebenciannya.

7 tingkatan kelompok haters

  1. Rasa tidak suka terhadap seseorang membuat hater bergabung dengan komunitas haters.
  2. Kumpulan pembenci tersebut lalu memproklamirkan eksistensi mereka biasanya dengan membuat grup dengan nama tertentu sebagai identitas haters, seperti Anti Afgan Syahreza, SMASH Haters, Alergi Agnez Monica, dan seterusnya, yang kadang diberi tambahan lambang tidak sopan seperti dengan mengacungkan jari tengah.
  3. Haters akan selalu apriori terhadap target bahkan jika target mampu menunjukkan prestasinya misalnya dalam bidang yang ditekuni.
  4. Pada tingkatan ini haters berusaha merekrut orang lain untuk memperbesar grupnya dan mengajak untuk turut menghancurkan target.
  5. Serangan yang umum dilakukan haters adalah dengan mengejek serta mencaci maki target
  6. Haters sejati bahkan tega memfitnah untuk merusak reputasi target dengan segala cara. Ekspresi kebencian dilakukan semakin agresif dengan meneror dan yang lainnya.
  7. Pada tingkatan terakhir ini haters akan semakin membahayakan bagi target karena bisa menyerang secara fisik bahkan melakukan segala cara misalnya untuk menghancurkan karier target atau kebahagiannya.

Terciptanya haters bisa karena rasa iri melihat kepopuleran atau kesuksesan seseorang yang mungkin tak dapat menjadikan hal itu sebagai motivasi melainkan justru menjadi kebencian. Agar tak terjebak menjadi seorang hater sebaiknya kita menyadari dan mensyukuri segala karunia Tuhan termasuk menghargai diri sendiri atas pencapaian kita selama ini. Nah, semoga dapat menambah wawasan Anda.

(Visited 5,165 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.