Gangguan Kesehatan Akibat Usus Kotor

Posted on

Dampak Buruk Akibat Usus Kotor – Tahukah Anda bahwa sebagian besar penyakit yang menimpa kita bahkan penyakit-penyakit yang berbahaya berasal dari makanan? Untuk menambah wawasan kesehatan Anda artikel kesehatan ini akan mengulas tentang usus kotor serta efek negatif berupa gangguan kesehatan yang terjadi akibat usus penuh dengan kotoran karena proses pembuangan dari tubuh yang tidak tuntas.

Gangguan kesehatan akibat usus yang kotor

Dampak buruk usus kotor

Berdasarkan penelitian dampak negatif usus kotor baru akan kita rasakan saat menginjak usia senja karena pada waktu itu usus telah mencerna lebih dari 100 ton makanan serta 40 ribu liter cairan. Pada usia 70 tahunan pada usus akan tertinggal 30 pon kotoran yang membentuk limbah beracun serta endapan yang berdampak buruk meracuni tubuh kita serta menyebabkan kerusakan organ-organ penting tubuh. Masih berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli, ternyata hanya sekitar 6% saja dari manusia di seluruh dunia yang mempunyai usus sehat dan bersih, sementara sisanya, yaitu lebih dari 90% mempunyai usus yang kotor.

Baca juga : Obat Tradisional Untuk Menjaga Kesehatan Usus Besar

Makanan yang mengendap dari sisa sistem pencernakan lama kelamaan akan menjadi toksin dan bercampur dengan makanan yang kita konsumsi. Akibat usus kotor dapat ditandai dengan gangguan kesehatan berupa sembelit, obesitas, jerawat serta gangguan kulit, dan lain-lain. Selain gangguan ringan semacam itu toksin yang menumpuk pada sistem pencernakan kita juga dapat memicu penyakit-penyakit degeneratif seperti penyakit hati dan ginjal, kanker kolon atau usus besar, arthritis, hingga masalah pada mata dan telinga. Hal ini pada umumnya terjadi karena penerapan pola makan yang kurang sehat yaitu kurang serat makanan alami dan terlalu banyak konsumsi makanan berminyak, berlemak, serta mengandung bahan pengawet.

Tips mengatasi usus kotor

Sebelum bahaya usus kotor ini terlanjur memicu penyakit yang berbahaya maka sebaiknya semenjak dini kita berusaha untuk menjaga kesehatan pencernakan terutama usus kita. Caranya adalah dengan mengonsumsi lebih banyak makanan berserat serta mengombinasikan makanan kita agar tak terlalu banyak mengasup salah satu bahan makanan saja. Menerapkan pola makan yang sehat tak hanya berguna untuk menjaga kesehatan kita tetapi juga berfungsi untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh sehingga tubuh tak kekurangan gizi. Berikut ini adalah beberapa tips pola makan sehat untuk menjaga kesehatan pencernakan yang tentu akan berdampak positif bagi kesehatan Anda secara keseluruhan:

  • Awali hari dengan mengonsumsi air hangat yang dicampur air perasan jeruk lemon atau jeruk nipis. Sari jeruk nipis atau lemon berkhasiat untuk membasuh lendir sisa pencernakan sekaligus akan menguatkan lever Anda. Setelah itu Anda bisa melanjutkan dengan minum segelas air untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
  • Konsumsi buah segar yang masak dan berair saat perut kosong karena pada kondisi ini pencernakan akan dapat menyerap nutrisi dari buah secara optimal. Pilihlah buah yang segar dan bukan buah olahan seperti manisan, asinan, atau buah kaleng.
  • Makan siang dapat Anda lakukan pada pukul 12, dengan menu karbohidrat kompleks dari nasi merah atau coklat, tahu dan tempe, ditambah sayur-sayuran segar sebagai lalapan atau salad. Anda juga bisa menambahkan polong-polongan atau jamur.
  • Untuk makan malam Anda bisa mengonsumsi protein hewani seperti misalnya ikan yang diolah dengan dikukus atau sup dada ayam dan jangan lupa untuk menambahkan sayuran segar. Sayur-sayuran yang segar mengandung banyak serat yang akan membantu memperlancar detoksifikasi tubuh. Mulai sekarang tambahkan selalu sayuran segar dalam menu makanan Anda.

Baca juga : Kondisi Usus Yang Sering Makan Junk Food

Demikianlah info kesehatan tentang pencernakan dan efek negatifnya bila kita lalai menjaga kesehatan dan kebersihan pencernakan kita atau dalam hal ini adalah usus. Semoga ulasan tentang usus kotor ini bermanfaat bagi Anda dan menambah wawasan kesehatan Anda.

(Visited 181 times, 1 visits today)