Kehidupan SPG Tak Selalu Bercitra Buruk

Posted on

Saat mendengar kata SPG alias Sales Promotion Girl, tentu yang terlintas pada benak banyak orang adalah seorang wanita muda yang cantik, bertubuh ramping semampai serta mempunyai rambut panjang yang indah. Tentu saja citra cantik yang semacam ini akan menarik perhatian banyak kaum pria. Sayangnya, selain image positif, kehidupan SPG lebih banyak diidentikkan dengan hal-hal yang kurang pantas sebagai wanita, mulai dari hanya mengandalkan kemolekan wajah dan tubuh untuk memperoleh pekerjaan, hingga wanita nakal yang bersedia memberikan jasa layanan plus-plus demi memperoleh uang saku tambahan. Tetapi benarkah demikian?

Ternyata tak semua orang menyetujui citra tersebut karena banyak pula SPG yang merupakan mahasiswi-mahasiswi berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta yang hanya berniat bekerja untuk mencari uang tambahan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk pendidikannya. Selain itu banyak pula dari mereka yang sesungguhnya tak mempunyai masalah dalam hal finansial tetapi ingin mencari pengalaman atau mengembangkan relasi saja. Salah satu trik yang banyak dilakukan para SPG bila tak ingin mendapatkan “label” sebagai wanita “nakal” adalah memilih menjadi SPG produk kosmetik, makanan, atau minuman.

kehidupan wanita spg

Selama ini yang sering mendapat image buruk bagi wanita tersebut adalah kehidupan SPG produk rokok. Stereotype tersebut melekat karena pada umumnya SPG produk rokok memiliki dress code yang agak terbuka atau bisa dibilang seksi dan selain itu jam kerja mereka juga hingga tengah malam. Tetapi tentu saja semua kembali pada pribadi masing-masing karena dengan terjun pada profesi tersebut sesungguhnya kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak uang dengan jalan yang keliru bisa saja semakin terbuka.

Sementara di sisi lain, beberapa mahasiswi yang juga menyambi menjadi SPG mengatakan bahwa banyak hal positif yang bisa diperolehnya dengan menjalani profesi tersebut selain mendapatkan uang saku tambahan, yaitu menjadi lebih percaya diri, melatih mental dan tanggung jawab, bisa memperoleh ilmu tentang pemasaran dan berkomunikasi dengan baik, serta memperluas pergaulan. Beberapa dari mereka juga mengaku tak akan mundur hanya karena cap miring dari masyarakat tentang kehidupan SPG karena mereka merasa bisa menjaga diri sehingga tak akan terjerumus dalam kehidupan yang negatif.

Bila selama ini orang mengira bahwa untuk menjadi SPG hanya perlu modal cantik saja, ternyata hal ini keliru besar karena dalam profesi ini juga dibutuhkan kualitas yang lain seperti produk knowledge, karakter yang baik dalam melayani pelanggan, bisa berkomunikasi dengan baik, dan lain sebagainya. Inilah sebabnya sebelum terjun langsung pada umumnya calon SPG tersebut harus menjalani training terlebih dahulu. Selain itu mereka yang memutuskan untuk melakukan pekerjaan paruh waktu ini juga harus pandai dalam mengatur jadwal dan membagi waktu antara pekerjaan dan kuliah. Untuk para mahasiswa agar pekerjaan ini tak sampai mengganggu waktu belajar, pada umumnya mereka mengambil job saat akhir pekan atau liburan semester.

Nah, semoga ulasan tentang kehidupan SPG ini bisa menambah wawasan Anda, dan jangan lupa share agar orang lain bisa membawa artikel yang bermanfaat ini juga.

(Visited 3,056 times, 1 visits today)