Inilah Alasan Kenapa LGBT Harus Disadarkan Bukan Dibiarkan

Posted on

Pada dasarnya LGBT harus disadarkan bukan dibiarkan. Hal seperti ini lebih dikarenakan apabila sebenarnya LGBT ini bukanlah takdir dari Tuhan, akan tetapi lebih kepada bentukan dari lingkungan disekitarnya.

Beberapa bulan belakangan ini kita disuguhkan dengan perdebatan yang sangat sengit diantara pihak yang setuju dengan adanya LGBT dan pihak yang menolak terkait dengan keberadaan mereka.

Tentunya para kaum LGBT tidak mau apabila mereka disalahkan atas apa yang terjadi kepadanya, kenapa demikian, karena mereka merasa kalau sampai menjadi seperti ini bukan dari kesalahan mereka akan tetapi dikarenakan murni dari faktor ekternal, misalnya bentukan dari lingkungan sekitarnya.

LGBT, penyebab anak menjadi suka sesama jenis

Maka dari itu LGBT harus disadarkan bukan dibiarkan bahkan dikucilkan. Karena apabila masyarakat sekitar memilih untuk tidak menerima keberadaan mereka kemungkinan besar yang akan terjadi adalah mereka semakin menganggap kalau yang sedang menimpa mereka merupakan sebuah takdir Tuhan.

Alasan terbesar kenapa para kaum LGBT bisa sampai dalam keadaan seperti itu sebenarnyan bisa kita analisa dengan menggunakan teori psikonalisa Sigmund Freud. Menurut Freud manusia terbagi menjadi dua bagian yaitu alam sadar dan alam bawah sadar. Akan tetapi alam bawah sadar inilah yang memiliki pengaruh besar tehadap kehidupan manusia kedepan.

Harus dipahami kalau alam bawah sadar yang sangat besar pengaruhnya terhadap manusia adalah alam bawah sadar yang dibentuk pada saat usia 0 sampai dengan 8 tahun. Maka dari itu banyak yang mengatakan kalau karakteristik seseorang terbentuk pada saat usia tersebut.

Alasan terbesar kenapa LGBT harus disadarkan bukan dibiarkan adalah karena LGBT ini bisa terbentuk dikarenakan pengaruh dari alam bawah sadar ini. Misalnya seperti ini ada anak perempuan yang dari kecil selalu mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari bapaknya hampir setiap hari, dengan situasi semacam itu secara tidak langsung anak tersebut pada alam bawah sadarnya tersimpan segala perlakukan buruk dari bapaknya tersebut. setelah dewasa bisa saja dia memiliki persepsi kalau laki-laki merupakan sosok yang jahat karena dulu pada saat kecil dia selalu mendapatkan perlakuan buruk dari laki-laki yaitu bapaknya.

Karena alam bawah sadarnya sudah menyimpan kalau laki-laki merupakan sosok yang jahat maka secara otomatis setelah dewasa dia menghindari yang namanya laki-laki dikarenakan laki-laki merupakan sosok yang jahat. Dan pada akhirnya dia lebih memilih untuk menyukai wanita yang notabenya tidak jahat.

Maka dari itu kesimpulannya adalah LGBT harus disadarkan bukan dibiarkan karena LGBT bukanlah takdir dari Tuhan melainkan bisa disebabkan oleh bentukan lingkungan sekitar pada saat dia kecil dulu.

(Visited 2,777 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.