Mengenal Tarian Gandrung Sebagai Tarian Khas Banyuwangi

Posted on

Acakadul.com – Banyuwangi adalah salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki banyak sekali kesenian daerah. Salah satunya adalah tarian Gandrung. Tari ini merupakan perwujudan rasa syukur masyarakat setelah panen. Tarian ini dilakukan oleh seorang penari profesional yang dilakukan bersama-sama dengan para tamu yang biasanya pria dengan iringan musik gamelan.

tarian gandrung, gandrung banyuwangi, kesenian tari gandrung banyuwangi

Asal-Usul Tarian Gandrung

Gandrung Banyuwangi pertama kali dimainkan oleh lelaki yang pergi mengelilingi desa-desa bersama pemain musik dengan kendang sebagai alat musik utamanya. Sebagai bentuk bayaran dan perwujudan rasa terima kasih kepada orang tersebut, warga memberikan beras yang dimasukkan ke dalam kantong sebagai imbalan karena uang belum menjadi alat transaksi utama pada waktu itu. Mereka berkeliling mendatangi setiap hari untuk menghibur tempat yang banyak dihuni oleh sisa-sisa rakyat Blambangan yang menjadi korban perang yang jumlahnya terhitung sekitar lima ribu jiwa, akibat perang yang ditimbulkan oleh Belanda yang dibantu oleh Mataram dan Madura.

Imbalan yang diberikan kepada penari tersebut nantinya akan dibagikan kepada koraban pengungsian yang sangat menderita dan berlindung di hutan-hutan, dalam gua ataupun tempat persembunyian guna bertahan diri dari perang. Jaman sekarang, tarian ini dimainkan oleh wanita karena sedikit minat pria untuk memainkannya. Dalam pertunjukkan Gandrung Banyuwangi, ada tiga bagian yang ditampilkan. Pertama adalah jejer . Pada bagian ini, penari melakukan gerakan sendiri tanpa adanya penonton yang bergabung. Setelah itu adalah paju. Dalam bagian ini penari akan mengiringi penonton yang ikut bergabung dalam tarian. Seblang subuh menjadi bagian penutup dari tarian ini. Gerakan penari akan melambat dalam tempo yang diiringi oleh alunan musik yang sedih.

Busana Penari Gandrung Banyuwangi

Kesenian tari gandrung Banyuwangi ini selalu menjadi atraksi yang ditunggu oleh para masyarakat sebagai kesenian tradisional. Penarinya pun tampil dengan busana unik untuk melakukan pertunjukan ini.

Berikut ini bagian-bagian busana penari gandrung:

  • Bagian kepala

Bagian kepala penari akan dipasangi mahkota yang disebut omprok. Mahkota ini terbuat dari kulit kerbau dan memiliki banyak sekali ornamen hiasan yang berwarna emas dan merah.

  • Bagian tubuh

Untuk bagian badan, penari memakai baju yang terbuat dari kain bludru yang berwarna hitam dengan hiasan berwarna emas. Terdapat hiasan manik-manik mengkilat dan melilit pda bagian leher sampai dada. Seperti layaknya memakai kemben, bagian punggung dibiarkan terbuka

  • Bagian bawah

Kain batik merupakan bagian penutup bawah tubuh dengan berbagai motif. Namun motif gajah olinglah yang paling banyak dipakai dan menjadi ciri khusus bagi penari gandrung. Motif gajah oling adalah motif bergambar tumbuh-tumbuhan dengan belalai gajah pada kain dasar putih yang merupakan kain khas Banyuwangi.

Apabila Anda berwisata ke Banyuwangi, jangan sampai Anda melewatkan pertunjukan ini. Tarian Gandrung sendiri merupakan budaya khas Indonesia yang harus dilestarikan. Selayaknya, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, menjaga kelestarian budaya daerah masing-masing menjadi prioritas dan dapat dikenalkan kepada generasi selanjutnya begitu juga bagi turis yang sedang berkunjung ke Indonesia.

(Visited 796 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.